Fakta menarik tentang ikan lengend megalodon


Megalodon – Dalam perjalanan sebuah rentang waktu kehidupan, akan selalu timbul suatu pertanyaan seperti “apakah penyebab yang membuat suatu habitat atau spesies hewan menjadi punah?” Bahkan salah satu hewan purba terbesar yang besarnya mengalahkan ukuran Dinosaurus pun tidak dapat melepaskan dirinya dari jurang kepunahan.

Banyak hal hal yang masih menjadi teka teki dikalangan para peneliti terkait kepunahan Megalodon. Hal tersebutlah yang akhirnya membuatnya tertarik untuk menyelidiki alasan di balik musnahnya hewan tersebut.

1. Apa itu Megalodon?


Nama Megalodon merupakan sebuah senyawa kata yang berasal dari Yunani. Dan arti dari kata tersebut adalah “gigi raksasa”.

Megalodon merupakan Hiu terbesar yang ada di sepanjang sejarah, sehingga masuk dalam kategori hewan purba. Hewan besar ini sudah lahir dan mengarungi lautan diperkirakan sejak 28 tahun yang lampau, yaitu sejak Zaman Miosen dan berakhir di Zaman Pliosen.

2. Perbandingan Hiu Putih dan Megalodon


Wujud hiu purba ini memiliki kesamaan bentuk dengan Hiu Putih, walaupun mereka bukan merupakan jenis yang sama. Kesamaan bentuk tersebut terlihat dari beberapa ruas tulang belakang dan bentuk giginya. Selain itu kesamaan wujud nya pun dapat terlihat dari bentuk fisiknya yang memiliki tubuh seperti torpedo, moncong berbentuk kerucut, bentuk sirip dada dan sirip punggung yang berukuran besar, serta ekor berbentuk sabit yang kuat.

Ukuran dan Berat Fisik

Fosil dari Megalodon yang berhasil ditemukan menunjukkan, bahwa hiu prasejarah ini dapat tumbuh hingga mencapai ukuran tiga kali lipat lebih besar dari ukuran Hiu Putih dewasa. Ukuran terkecil diperkirakan berkisar 18 meter dengan berat sekitar 1000 kg, dan dipercaya dapat mencapai hingga 25 meter dengan berat sekitar 2500 kg. Biasanya Hiu betina memiliki ukuran fisik yang lebih berat dan lebih besar dari yang jantan.
 

3. Struktur Gigi Yang Kokoh


Gigi geligi Megalodon dapat tumbuh hingga mencapai ukuran 18 cm, hampir tiga kali lebih besar dari Hiu Putih dan lebih panjang dari ukuran tangan manusia. Hiu raksasa ini pun memiliki daya cengkram yang sangat kuat saat menggigit mangsanya. Diameter gigitannya dapat mencapai hingga 3 meter, beberapa kali lebih besar dari ukuran diameter gigitan Hiu Putih 

Selain itu Megalodon pun diyakini daya gigitan paling kuat dibandingkan dengan hewan kuat lainnya. Dalam sebuah simulasi komputer terlihat bahwa kekuatan gigitan Hiu raksasa ini berkisar antara 10.900 kg hingga mencapai 18.100 kg. Hal tersebut membuktikan bahwa kekuatan gigitannya 6 sampai 10 kali lebih besar dari kekuatan gigitan Hiu Putih dan Buaya. Dengan kekuatan gigitan yang dahsyat seperti tersebut dapat membelah paus kecil menjadi dua bagian.

4. Regenerasi Gigi Yang Unik


Gigi geligi Megalodon ternyata sering terlepas dengan sendirinya saat mulai aus loh!. Hiu purba ini memiliki 5 ruas gigi, yang uniknya memiliki cara kerja seperti ban berjalan. Apabila ada gigi yang hilang akan beregenerasi dengan cepat. Gigi yang hilang tersebut langsung tumbuh kembali dalam waktu 24-48 jam. Penyebab dari kehilangan gigi yang begitu sering tersebut belum dapat ditemukan penyebabnya hingga saat ini.

5. Makanan Megalodon


Karena Megalodon memiliki struktur gigi yang besar, tebal dan bergerigi, dapat memangsa jenis ikan besar yang memiliki ukuran yang lebih kecil dari fisiknya. Contohnya seperti Ikan Paus dan jenis ikan besar lainnya seperti Lumba-lumba. Para ahli mengatakan bahwa Hiu purba ini membutuhkan energi yang besar dalam mobilitasnya. Sehingga otomatis jumlah porsi makanan yang dibutuhkan juga akan besar.

Diperkirakan bahwa Megalodon dewasa membutuhkan konsumsi makanan lebih dari satu ton per harinya untuk dapat memenuhi asupan energinya. Bukti fosil tulang yang ditemukan pada Ikan Paus, Singa Laut dan mamalia besar lainnya, menunjukkan adanya bekas gigitan besar dari fosil Megalodon. Anehnya, para peneliti pun berhasil menemukan sisa-sisa gigi Megalodon yang patah di sisi fosil-fosil tersebut.

6. Apakah Megalodon Masih Ada?

Spesies Megalodon dipercaya telah punah sejak 26 juta tahun yang lampau. Namun ada orang-orang yang masih mempercayai bahwa sebenarnya predator ini masih berkeliaran di laut dunia. Beberapa pelaut melaporkan bahwa mereka adalah saksi mata yang pernah melihat makhluk purba tersebut di lautan.

Salah satunya cerita tersebut datang dari nelayan di New South Wales pada tahun 1918. Nelayan tersebut mengatakan bahwa jaring ikannya telah dirusak oleh Hiu raksasa. Laporan lain yang serupa juga terjadi pada tahun 1933, dimana saksi mata meyakini bahwa mereka melihat hewan laut berukuran besar yang misterius menyerupai Megalodon. Hewan tersebut terlihat di pesisir pantai Prancis. 

Namun mayoritas para peneliti mengatakan bahwa tidak ada bukti kuat yang dapat menunjukkan predator laut tersebut masih hidup di dunia ini. Tidak pernah ditemukan satupun sisa fisik dari hiu besar ini, kecuali fosilnya yang sudah berusia 2 juta tahun

7. Teori Seputar Kepunahan Megalodon

Megalodon memiliki temperatur suhu tubuh yang cukup hangat. Suhu tubuhnya berkisar sekitar diantara 35 hingga 40 derajat celcius. Teori dari para ahli meyakini bahwa dengan suhu tubuh yang tinggi tersebut, Megalodon akan memiliki metabolisme yang sangat aktif. Artinya, spesies ini akan sering membutuhkan makanan 

Namun saat itu terjadi perubahan iklim di Bumi yang menyebabkan temperatur air laut menjadi semakin menghangat. Akibat dari kejadian tersebut menyebabkan banyaknya mangsa dari Megalodon yang masuk dalam golongan hewan air dingin bermigrasi ke tempat lain yang lebih dingin. Akibatnya terjadi kelangkaan sumber makanan yang dibutuhkan. 

Disaat yang bersamaan bermunculan lah spesies predator baru seperti Paus pembunuh. Predator inilah yang akhirnya menjadi pesaing Megalodon dalam mencari makanan yang sudah semakin jarang ditemukan. Karena terjadinya kombinasi tersebut, menyebabkan situasi fatal yang semakin mendorong Megalodon ke jurang kepunahan.

8. Rahasia Yang Terpecahkan! Penyebab Utama Kepunahan Megalodon.

Dari beberapa teori yang sudah dikeluarkan oleh para peneliti, dapat dibuat suatu benang merah yang menjadi penyebab dari punahnya Hiu Purba terbesar di dunia.

  1. Faktor utama kepunahan Megalodon adalah terjadinya perubahan iklim yang drastis di Bumi yang mempengaruhi suhu di lautan. Raksasa ini hidup di perairan tropis yang hangat, dan akhirnya punah ketika lautan menjadi dingin jutaan tahun lalu.
  2. Sepertiga dari semua hewan laut besar di Zaman Pliosen, termasuk 43% kura-kura dan 35% burung laut serta sejumlah organisme di dasar laut pun ikut punah ketika suhu mendingin. Faktor keterbatasan evolusi dan rantai makanan yang terputus inilah yang juga menjadi pemicu hilangnya habitat Megalodon yang cukup signifikan

9. Fosil Megalodon Ditemukan di Seluruh Dunia


Gigi dari fosil Megalodon ditemukan di penjuru dunia seperti Eropa, Afrika, India, Jepang, Australia, Amerika Utara dan Selatan, serta di beberapa negara dan kepulauan lainnya. Hal tersebut membuktikan bahwa raksasa laut ini dapat tinggal di samudra mana saja. Selama perairan tersebut memiliki temperatur yang hangat dan memiliki sumber makanan melimpah.

10. Upaya Membuat Bibit Megalodon

Siapa sangka ternyata sudah ada sekelompok ilmuwan yang mencoba untuk menghidupkan lagi predator laut ini dengan cara menangkar bibitnya kembali. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan telah ditemukannya tempat penangkaran tersebut yang berada di Lembah Bone di Florida, Tebing Calvert di Maryland dan pembibitan yang terbaru berada di Panama.

Para peneliti meyakini bahwa hewan purba ini melahirkan bayinya di lingkungan perairan yang dangkal. Dan saat ini para ilmuwan tersebut mencoba untuk membuat suatu rekayasa genetis. Simulasinya dilakukan dengan cara melihat ukuran tinggi gigi Megalodon kecil yang panjangnya hanya sekitar 1 ½ inci.

0 Komentar

Terima kasih telah berkujung, silahkan tinggalkan comment nya

Posting Komentar

Terima kasih telah berkujung, silahkan tinggalkan comment nya

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama