Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

13 Film Indonesia Romantis yang Nggak Lekang oleh Waktu, Bikin Baper!

Hayyu.my.id - Salah satu aspek berasal dari sebuah film yang umumnya dikenang pemirsa adalah adegannya. Tentu kamu nggak akan lupa ‘kan dengan adegan ikonik di film Titanic? Bahkan hingga saat ini masih banyak orang yang menganggapnya sebagai adegan paling romantis di dalam film, menggunakan embel-embel selama jaman pula.

“Adegan mana sih yang kamu maksud?” Jawabannya pada adegan ketika Jack memeluk Rose di anggota haluan kapal, atau adegan ranjang mereka berdua. Terserah dah kamu mau menentukan yang mana.

Tapi jangan salah,  adegan yang akan bikin baper juga mampu kamu temukan di film Indonesia romantis. Namun mesti dicatat, romantis di sini bukan sebatas kalimat atau gombalan manis yang dimuntahkan karakter-karakternya, melainkan lewat perbuatan.

Berikut ini daftar film Indonesia romantis yang menampilkan adegan-adegan penuh haru.

1. Dear Nathan (2017)


Jefri Nichol & Amanda Rawles bercahaya terang di film ini. Bagaimana nggak, mereka mampu membangkitkan pembawaan yang diperankan dengan hampir sempurna. Tapi jikalau berbicara soal adegan romantis di film ini, aku paling suka saat mereka hujan-hujanan dan masih memakai seragam SMA. Nuansa romantisnya merasa banget.

Kamu yang jaman remajanya nggak sempat hujan-hujanan bareng pacar, pasti menyesal ‘kan? Hmm? Kamu nggak menyesal? Ya sudah, tidak apa-apa. Lagipula hujan-hujanan di dunia nyata itu mampu mengakibatkan masuk angin. Dan masuk angin itu bukan pemandangan yang romantis.


2. Tenggelamnya Kapal van Der Wijck (2013)


Laki-laki boleh mengemis cinta. Tapi jikalau tidak dihiraukan, jangan mau ia mau lagi menerima/via Soraya Intercine Films
Keromantisan bukan sebatas terhadap dua insan yang sedang dimabuk cinta, dendam juga mampu romantis lho. Nggak percaya? Coba ingat-ingat lagi adegan Zainuddin yang menampik Hayati lagi sesudah ia dicampakkan. Di adegan itu, Zainuddin yang diperankan Herjunot Ali seakan mewakili kaum adam yang mempunyai pendirian atas sikapnya. Padahal aku yakin, di di dalam hati Zainuddin masih mencintai Hayati.

“Demikianlah perempuan, ia hanya ingat kekejaman orang terhadap dirinya walau kecil.”


3. Love is Cinta (2007)


Love is Cinta, satu film Indonesia romantis yang berkisah tentang hubungan ibu dan anak. Di film yang diproduksi Starvision ini, tersedia adegan ketika Ryan (Irwansyah) mesti meyakinkan ibunya jikalau ia adalah anaknya.

Kenapa Ryan mesti meyakinkan ibunya? Apa ibunya pikun? Tentu bukan itu alasannya. Itu seluruh berjalan gara-gara Ryan yang sudah meninggal dikembalikan ke dunia fana. Tapi sesampainya di dunia, ruhnya malah masuk ke tubuh Raffi Ahmad.

Jadilah ia mesti meyakinkan ibunya, alih-alih memandu acara Dahsyat.

Masih ingat nggak bagaimana cara Raffi Ahmad mengingatkan pembawaan ibunya lewat benda yang disimpan di atap rumah? Romantis banget ‘kan?


4. Otomatis Romantis (2008)


Ah, Tukul bikin iri saja/via youtube.com/ISI
Film Indonesia romantis anjuran Guntur Soeharjanto ini “memaksa” Wulan Guritno bersaing akting dengan presenter Tukul Arwana. Nggak hanya bersaing akting, mereka pun mesti bersaing bibir dengan sebutan lain berciuman dengan sebutan lain bercumbu. Wah berkah sekali ya Wulan Guritno mampu beradegan romantis bareng Tukul.

Tapi sebetulnya bukan sekali itu saja, Wulan Guritno dulu juga beradegan ciuman dengan aktor senior Henky Solaeman di dalam film Suster N.


5. Rudy Habibie (2016)


Sudah banyak film Indonesia yang menggunakan kereta sebagai isyarat pertemuan atau perpisahan/via youtube.com/MD Pictures
Kata Rizky Febian dan Mikha Tambayong, berpisah itu mudah. Tapi sebetulnya nggak dulu semudah itu. Setidaknya itu dulu dirasakan Rudy (Reza Rahadian) dan Ilona (Chelsea Islan) yang mesti saling melepaskan satu sama lain, padahal mereka masih saling mencintai.

Adegan saling melepaskan itu dilukiskan di stasiun, dan kereta pula yang menjadi isyarat perpisahan mereka. Lebih romantis lagi ketika lagu tema Mencari Cinta Sejati yang dinyanyikan Cakra Khan menghiasi suasana.


6. Heart (2006)


Dicurhatin seseorang tentang siapa yang ia suka, padahal kita suka terhadap seseorang tersebut, gimana rasanya ya?/via Starvision
Memendam cinta kemungkinan sakit. Tapi lebih sakit lagi ketika kamu tak mengerti tersedia seseorang yang begitu tulus memendam cintanya untuk kamu.

Farel (Irwansyah) adalah cowok yang nggak mampu manjat pohon ketika saat kecil. Akibatnya ia nggak dulu mengerti apa yang ditulis dan dilakukan Rachel (Nirina Zubir) di atas pohon itu. Beranjak dewasa, Farel pun penasaran dan mengupayakan memanjat pohon tersebut, hanya untuk dibuat melongo atas apa yang ditemukannya di sana.

Pas adegan tersebut, rasanya aku sendiri dibuat nyesek. Kenapa seutuhnya mesti terungkap sesudah Rachel meninggal!? Mungkin benar kata Master Rhoma Irama: “Kalau sudah tak ada baru terasa, bahwa kehadirannya sungguh berharga.”


7. Jelita Sejuba (2018)


Salah satu adegan lamaran paling romantis selama histori perfilman nasional/via Drelin Amagra Pictures
Film Indonesia romantis yang satu ini beda lagi takaran romantisnya. Kadarnya bukan terhadap cinta terpendam atau perpisahan lagi, melainkan momen saat mengutarakan cinta. Tentu kamu masih ingat bagaimana Jaka (Wafda Saifan Lubis) melamar Sharifah (Putri Marino) di atas bebatuan dengan hamparan pemandangan indah Natuna?

Bukan hanya gara-gara alam yang mendukung, romantisme adegan selanjutnya datang gara-gara Jaka melamar Sharifah lewat teropong. Kamu yang belum nonton film ini pasti penasaran tuh.


8. Love (2008)


Salah satu film drama paling baik selama masa/via youtube.com/movietrailer
Nggak tersedia yang lebih romantis tak sekedar sepasang kekasih yang saling mencintai apa adanya. Film yang disutradarai oleh sineas Malaysia, Kabir Bhatia, ini banyak tunjukkan keromantisan tersebut.

Ada sosok Rama (Fauzi Baadila) yang mencintai Iin (Acha Septriasa), gadis Sukabumi yang diketahui sudah hamil dua bulan oleh kekasih di awalnya yang menghilang.

Atau bagaimana Restu (Irwansyah) yang mencintai Dinda (Laudya C. Bella), meski pembawaan yang disebut paling akhir mengidap penyakit kanker payudara. Hanya itu saja? Nggak, masih tersedia tiga kisah lain yang nggak kalah romantisnya. Maklum, film ini dibuat dengan format omnibus. Namun tersedia  benang merah yang mempertalikan seluruh kisahnya, yakni kekuatan cinta.

Ya, kadang-kadang aku pun agak geli dengan pilihan kata yang aku pakai.

Kisah cinta Pras, Arini, dan Mei Rose berlanjut terhadap Surga Yang Tak Dirindukan 2 dengan ending layaknya ini/via MD Pictures
Bisa disebut romantis nggak jikalau tersedia seorang lekaki menolong seorang wanita yang depresi dan hampir bunuh diri, sesudah itu ia menikahinya?

Itulah yang berjalan terhadap Mei Rose (Raline Shah) ketika hendak bunuh diri. Ia ditolong oleh Pras (Fedi Nuril). Agar Mei Rose nggak menjadi bunuh diri, Pras pun hingga berjanji akan menikahinya. Padahal saat itu Pras sudah menikah dengan Arini (Laudya C. Bella).


10. Ada Cinta di SMA (2016)


Sebelum dengan Vanessa, Iqbal dulu mengecewakan Caitlin/via Starvision
Pernahkah kamu mendengarkan lagu galau ketika lagi sedih? Dan kamu lakukan itu hanya untuk mampu lebih nikmati kesedihan.

Kalau jawabnya pernah, artinya kamu sama dengan Caitlin Halderman. Di film Indonesia romantis anjuran Pattrick Effendy ini pun, Caitlin mesti bersedih-sedih ria sambil bernyanyi. Adegan yang dilakukan di di dalam mobil tersebut, sukses mengakibatkan aku simpati terhadap karakternya.


11. Aach Aku Jatuh Cinta (2015)


Ada banyak adegan Yuli mengeluarkan air mata. Dan itu keren!/via MVP
Barangkali tak sekedar pembawaan Hayati, pembawaan Yuli adalah yang paling pas bagi seorang Pevita Pearce. Film Indonesia romantis karya Garin Nugroho ini mengharuskan Yuli beradegan mesra dengan Romi (Chicco Jerikho). Tapi adegan mesra yang dihadirkan nggak mempunyai kandungan unsur ciuman atau gombalan. Romi dan Yuli di dalam film ini dilukiskan sebagai pembawaan yang saling cuek, tetapi sebetulnya saling membutuhkan.

Adegan puncaknya berjalan saat Yuli merengek-rengek sambil terduduk di tumpukan jerami. Ah, Pevita… kamu amat mengakibatkan sinema Indonesia menjadi indah dan berwarna.


12. Love You Love You Not (2015)


Selain Pevita, keliru satu yang mengakibatkan sinema Indonesia indah dan berwarna adalah Chelsea Islan. Perannya kerap kali menyebabkan pujian. Tapi di Love You Love You Not, yang merupakan remake film Thailand I Fine Thank You I Love You, ia sedikit bikin aku kecewa. Bukan gara-gara aktingnya buruk, tetapi gara-gara Chelsea mesti lakukan adegan romantis dengan Hamish Daud.

Agak menyesal kenapa Chelsea Islan mesti terima ciuman berasal dari laki laki yang kini menjadi milik Raisa.


13. A Copy of My Mind (2016)


Di deretan paling akhir ini, aku akan pilihkan film Indonesia romantis yang mempunyai kandungan adegan ranjang. Yah… pembaca Selipan sudah terhadap dewasa, bukan?

Dari banyaknya film Indonesia romantis yang menghadirkan adegan dewasa, A Copy of My Mind adalah keliru satu yang paling panas. Chicco Jerikho dan Tara Basro betul-betul melakoninya dengan gairah membara. 


Catatan !! Untuk download film, klik link yang sudah di siapkan, selanjutnya download melalui my drive.  
Admin
Admin Life is simple

Posting Komentar untuk "13 Film Indonesia Romantis yang Nggak Lekang oleh Waktu, Bikin Baper!"